Tata cara penulisan jurnal penelitian sering kali membuat teman-teman guru mengalami kebingungan, padahal di era baru pendidikan kita sekarang menuntut jurnal sebagai syarat utama dalam berbagai moment seperti kenaikan pangkat, penilaian kinerja guru, dll. Tiap jurnal yang terbit pun tidak terlepas dari beberapa kaidah atau aturan yang berbeda-beda, tergantung porsi yang diinginkan penerbit. Kali ini penulis ingin mencoba berbagi sedikit pengetahuan bagaimana cara dan prosedur dalam penulisan jurnal, memang belum bisa dikatakan sempurna, mungkin teman-teman bisa melengkapinya. Semoga bisa membawa manfaat untuk teman-teman.
PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL
1. Naskah merupakan karya ilmiah hasil penelitian atau kajian yang bersifat asli, belum pernah dipublikasikan atau sedang diajukan untuk dipublikasikan dalam jurnal lain.
2. Penulisan naskah menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris secara benar. Panjang naskah antara 15 sampai dengan 25 halaman A4 (21 x 29,70 cm), diketik dua spasi dengan margin kiri dan atas 4 cm, kanan dan bawah 3 cm, font Times New Roman 12 dengan program window MS Word.
3. Naskah memuat komponen-komponen berikut:
a. Judul: ditulis dengan singkat dan padat, maksimum 14 kata mengandung kata kunci, dan harus mencerminkan substansi kependidikan yang diuraikan pada batang tubuh artikel.
b. Nama penulis: ditulis di bawah judul, tanpa gelar. Penulis dapat individu atau tim dan semua penulis dicantumkan.
c. Instansi dan alamat penulis: instansi asal penulis, alamat instansi, no telepon/fax instansi, alamat e-mail penulis yang letaknya di bawah nama penulis.
d. Abstrak: ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, yang terdiri dari 100 sampai dengan 150 kata dan ditulis dalam satu paragraf yang berisi tujuan, metode, dan hasil penelitian.
e. Kata kunci: diisi kata atau istilah yang mencerminkan esensi konsep dalam cakupan permasalahan, dapat terdiri atas beberapa buah kata/istilah. Kata kunci ditulis di bawah abstrak dengan jarak satu baris dan dicetak miring tebal.
f. Isi naskah (Hasil Penelitian)
1) Pendahuluan (10 %)
2) Kajian Pustaka/kajian literatur yang mencakup kajian teori dan penelitian terdahulu yang relevan (15 %)
3) Metode Penelitian yang berisi rancangan model/. Sampel dan data, tempat dan waktu, teknik pengumpulan data, teknik analisis data (10 %)
4) Hasil Penelitian dan Pembahasan (50 %)
5) Penutup yang berisi kesimpulan dan saran (15 %)
g. Isi naskah (Pemikiran) 1) Pendahuluan (10 %)
2) Isi Pemikiran dan Pembahasan (70 %)
3) Penutup (20 %)
h. Daftar pustaka: Semua referensi harus merupakan sumber yang relevan dan up-to-date.
4. Penulisan daftar pustaka mengikuti ketentuan sebagai berikut:
a. Terbitan berkala atau jurnal: Penulis. (tahun). Judul Artikel/Tulisan. Judul Terbitan, volume (nomor/isu), halaman.
Contoh:
Naval, C; Print, M and Veldhuis, R. (2002). Education for Democratic Citizenship in the New Europe: Context and Reform. European Journal of Education, 37 (2), 1-10.
b. Prosiding: Penulis. Judul Naskah. Nama Konferensi (halaman). Kota: Penerbit
Contoh:
Arif, D.B. (2011). Optimalisasi Kepanduan Hizbul Wathan untuk Pendidikan Karakter Warga Negara Muda. Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Karakter berbasis Kearifan Lokal (pp. 30-45). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
c. Buku: Penulis. (tahun). Judul Lengkap Buku. Kota: Nama Penerbit.
Contoh:
Somantri, M.N. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: Kerjasama Program Pascasarjana dan FPIPS UPI dengan PT Remaja Rosdakarya.
d. Bab dalam Buku: Penulis. (tahun). Judul Bab. Dalam/In Penulis, Judul Buku (halaman). Kota: Nama Penerbit.
Cogan, J.J. (1998). Citizenship Education for the 21st Century: Setting the Context. In J.J. Cogan & R. Derricott (Eds.), Citizenship for the 21st Century: An International Perspective on Education (pp. 1–20). London: Kogan Page.
e. Penulis sebagai Editor: Penulis (Ed./Eds.). (tahun). Judul Lengkap Buku. Kota: Nama Penerbit.
Contoh:
Mulyana, D. & Rakhmat, J. (Eds.). (2006). Komunikasi Antarbudaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-orang Berbeda Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
f. Tesis/Disertasi: Penulis. (tahun). Judul Tesis/Disertasi. Tesis/Disertasi. Kota: Nama Universitas/Institut/Sekolah Tinggi.
Contoh:
Arif, D.B. (2008). Pengembangan Warga Negara Multikultural Implikasinya terhadap Kompetensi Kewarganegaraan. Tesis. Bandung: Sekolah Pascasarjana UPI.
g. Artikel dalam internet: Penulis. (tahun). Judul. Diunduh tanggal bulan tahun, from Nama web: alamat URL
Contoh:
Owen, D. (2010). Civic Education and Social Media Use. Diunduh 27 Juni 2011, from Civiced: http://new.civiced.org
h. Artikel/tulisan dalam surat kabar harian: Penulis. (tahun). Judul Artikel/Tulisan, Nama Terbitan, tanggal bulan, halaman.
Contoh:
Rachbini, D.J. (2011). TKI, Pengangguran, dan Kemiskinan. Media Indonesia, 30 Juni, p. 14.
5. Penulisan acuan dapat berupa kutipan tidak langsung yang ditulis dengan parafrase atau kutipan langsung. Nama penulis sumber acuan cukup ditulis nama akhirnya saja. Untuk pengutipan lebih dari empat baris dalam naskah diketik terpisah dari naskah dengan satu spasi. Untuk pengutipan kurang dari empat baris dalam naskah kalimat yang dikutip diberi tanda petik (“…”). Nama pengarang yang tulisannya dikutip langsung ditulis secara berurutan: nama, tahun penerbitan, dan halaman.
Contoh:
Kritik senada yang ditujukan kepada Mata Pelajaran PPKn (Kurikulum 1994) ialah bahwa mata pelajaran ini lebih banyak menimbulkan kejenuhan. “Problem sesungguhnya yang dihadapi mata pelajaran PPKn lebih banyak karena kejenuhan terhadap materi yang diajarkan cenderung monoton, teoretik, kognitif, bahkan verbalistik” (Samsuri, 2010:130).
6. Ilustrasi dapat berupa gambar dan tabel yang disajikan dengan ketentuan:
a. Gambar diberi nomor sesuai urutan presentasi (Gambar 1, dst.). Keterangan gambar diletakkan di bawah gambar.
b. Tabel diberi nomor sesuai urutan presentasi (Tabel 1, dst). Keterangan tabel diletakkan di atas tabel.
Title : PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL
Description : Tata cara penulisan jurnal penelitian sering kali membuat teman-teman guru mengalami kebingungan, padahal di era baru pendidikan kita seka...
Description : Tata cara penulisan jurnal penelitian sering kali membuat teman-teman guru mengalami kebingungan, padahal di era baru pendidikan kita seka...
0 Response to "PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL"
Posting Komentar